Para Importir Makanan dan Minuman Harus Memperhatikan WAJIB Halal Untuk Produknya

Para Importir Makanan dan Minuman Harus Memperhatikan WAJIB Halal untuk Produknya

 

Halo, sobat importir! Apakah kamu sudah tahu bahwa mulai tahun 2024, semua produk makanan dan minuman yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di Indonesia harus bersertifikat halal? Ya, ini adalah kewajiban yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) yang mulai diberlakukan secara bertahap sejak tahun 2019.

Baca Juga Artikel : Prospek Industri Halal Di Indonesia

UU JPH ini bertujuan untuk memberikan jaminan dan perlindungan kepada konsumen, khususnya umat Islam, agar dapat mengonsumsi produk yang sesuai dengan syariat Islam. Selain itu, UU JPH juga bermanfaat untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global, mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

Nah, bagi kamu yang bergerak di bidang impor makanan dan minuman, tentu kamu harus memperhatikan kewajiban bersertifikat halal ini. Pasalnya, jika kamu melanggar aturan ini, kamu bisa terkena sanksi yang tegas, mulai dari penarikan barang dari peredaran, pencabutan izin usaha, hingga denda yang bisa mencapai Rp 2 miliar. Serem, kan?

Lalu, bagaimana cara mendapatkan sertifikat halal untuk produk impor makanan dan minuman? Caranya adalah dengan mengajukan permohonan sertifikasi halal ke Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, yang merupakan lembaga yang berwenang dalam hal ini. BPJPH akan melakukan pemeriksaan dan pengujian kehalalan produk dengan melibatkan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Proses sertifikasi halal ini membutuhkan waktu dan biaya yang bervariasi, tergantung pada jenis dan kompleksitas produk. Namun, kamu tidak perlu khawatir, karena pemerintah juga memberikan fasilitas pembiayaan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) melalui program sertifikasi halal gratis (Sehati). Program ini merupakan bentuk dukungan dan perhatian pemerintah kepada pelaku UMK yang berpotensi mengembangkan usahanya di bidang halal.

Baca Juga Artikel : Sertifikat Halal BPJPH Kemenag RI Berlaku Selama 4 Tahun

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, segera siapkan produk impor makanan dan minumanmu untuk bersertifikat halal. Dengan begitu, kamu tidak hanya mematuhi aturan yang berlaku, tetapi juga memberikan kepastian dan kenyamanan kepada konsumen. Selain itu, kamu juga bisa meningkatkan reputasi dan kredibilitas usahamu di mata pelanggan. Ingat, produk halal adalah produk berkualitas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *