Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan bahwa jaminan produk halal akan menjadi salah satu inovasi utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024

 

Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan bahwa jaminan produk halal akan menjadi salah satu inovasi utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024

 

Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa Jaminan Produk Halal (JPH) akan menjadi salah satu inovasi utama dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024. Inovasi ini diwujudkan melalui penyediaan logistik berupa produk makanan dan minuman halal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji asal Indonesia selama pelaksanaan ibadah haji.

Baca Juga Artikel : Sebuah Perusahaan Pangan Menjadi Klien Sahabat Halal Indonesia Dalam Pembuatan Sertifikat Halal

“Kementerian Agama telah melakukan berbagai inovasi untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, mencakup berbagai aspek untuk haji yang efisien dan berkualitas. Salah satunya adalah penyediaan logistik produk makanan dan minuman halal untuk dikonsumsi para jemaah haji sejak pemberangkatan, di perjalanan, maupun selama berada di Arab Saudi,” ungkap Kepala BPJPH Kemenag, Muhammad Aqil Irham, di Jakarta, Jumat (5/7/2024).

Aqil menambahkan bahwa upaya ini dapat terlaksana berkat kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi dalam pengakuan standar halal melalui Mutual Recognition Agreement (MRA) antara BPJPH dan Saudi Food and Drug Authority (SFDA). Sinergi ini telah dimasukkan dalam The List of Recognized Bodies sejak 3 April 2024 dan diumumkan oleh kedua lembaga melalui website resmi mereka.

“Beberapa waktu yang lalu banyak kejadian di mana produk kita tidak diterima di Arab Saudi karena belum ada pengakuan standar halal. Alhamdulillah, tahun ini produk halal UMKM Indonesia dapat masuk ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para jemaah haji. Di antaranya, lebih dari 76 ton bumbu dan berbagai jenis produk makanan siap saji dengan cita rasa khas nusantara,” jelas Aqil.

Penyediaan produk makanan dan minuman halal tersebut sangat penting untuk memastikan kehalalan yang memberikan rasa nyaman, aman, dan tenang bagi para jemaah selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Dengan adanya produk makanan yang halal, sehat, dan higienis, diharapkan para jemaah dapat beribadah dengan lebih tenang.

Lebih lanjut, Aqil menyatakan bahwa upaya strategis tidak hanya terkait suplai produk halal dari Indonesia ke Arab Saudi. Kemenag juga telah mengupayakan agar daging Dam yang semula sulit masuk ke Indonesia dapat diolah menjadi produk makanan olahan yang mudah dikirim ke Indonesia, sehingga kendala serupa yang terjadi pada tahun 2023 tidak terulang lagi.

“Upaya ini merupakan hasil rapat BPJPH bersama sejumlah stakeholder, seperti Kemenko PMK, BPOM, Ditjen PHU, BPJPH dan Baznas di Dakker Makkah pada 18 Juni 2024 lalu. Kami berkomitmen agar rumah potong hewan dan perusahaan di Arab Saudi dapat melakukan proses produk halal untuk menghasilkan produk olahan daging Dam tersebut, yang selanjutnya dapat dengan mudah dikirim ke Indonesia dan disalurkan kepada yang berhak menerimanya,” jelas Aqil yang juga merupakan Amirul Hajj Indonesia tahun 2024.

Baca Juga Artikel : Pelaku usaha Jasa Penyembelihan dan Hasil Hewan Sembelihan Wajib Bersertifikat Halal

Sejak tahun 2023, Kemenag bekerja sama dengan BAZNAS dan BPKH menyalurkan daging Dam yang telah disembelih di Tanah Suci ke Indonesia. Pengelolaan daging hewan Dam ini sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan ketentuan teknis Dirjen PHU terkait Petunjuk Teknis Pembayaran Dam PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi. Pendistribusian daging hewan Dam diprioritaskan untuk masyarakat yang membutuhkan di Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Kami juga mendorong agar produk halal kita, termasuk yang dihasilkan oleh UMKM, semakin berperan dalam suplai kebutuhan logistik jemaah haji. Tidak hanya bagi jemaah haji Indonesia, namun juga bagi jemaah haji dari seluruh dunia. Sebab ini merupakan pasar produk halal strategis dan sangat besar nilai ekonominya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *